Ethereum Terpeleset: DeFi Susut $43 Miliar, Tertinggal dari BTC

Ethereum Price Slips Behind Bitcoin 2024 - NGEbot Indodax
Photo: Qing Luo

Ethereum Price Slips 10% Behind Bitcoin as DeFi Engine Loses $43 Billion

Harga Ethereum (ETH) tertahan di kisaran $2.140, mencerminkan pelemahan yang signifikan akibat susutnya nilai di sektor DeFi sejak Januari. Penurunan ini sejajar dengan struktur grafik bearish yang terbentuk selama tujuh minggu terakhir, menunjukkan potensi kelemahan yang lebih dalam dari sekadar koreksi biasa.

Performa ETH yang tertinggal 10% di belakang Bitcoin, ditambah dengan tren penurunan jumlah pemegang aktif, mengindikasikan adanya tekanan jual yang lebih kuat. Analisis data on-chain menunjukkan bahwa total nilai yang terkunci di protokol DeFi (TVL) telah mengalami erosi sebesar $43 miliar, sebuah angka yang cukup besar dan berdampak langsung pada sentimen pasar ETH.

Secara teknikal, pelemahan ini juga tercermin pada indikator-indikator yang biasa kami pantau di NGEbot. Struktur grafik harian memperlihatkan resistance yang kuat di level $2.300, sementara support terdekat berada di $2.000. Volume perdagangan juga cenderung menurun pada pergerakan harga yang melemah, menandakan kurangnya minat beli yang kuat untuk mendorong pembalikan arah.

Di sinilah Stop Loss berbasis ATR yang diterapkan NGEbot menjadi krusial — melindungi modal secara otomatis tanpa keterlambatan keputusan emosional.

Berdasarkan ATR Scan NGEbot per 19 Mei 2026, FARTCOIN mencatat ATR% sebesar 1.30% dengan skor volatilitas 75/100, HYPE 1.67% dengan skor 75/100, dan ZEREBRO 2.34% dengan skor 75/100. Ketiga aset ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, melebihi threshold normal 1.0%, namun dengan skor yang sama mengindikasikan potensi pergerakan yang signifikan.

Apa Artinya untuk Trader Indodax?

Bagi para trader di Indodax, pelemahan Ethereum ini bisa menjadi momen untuk berhati-hati. Fokus pada pengelolaan risiko menjadi kunci utama. Jika Anda memiliki posisi ETH, pertimbangkan untuk menyesuaikan Stop Loss Anda agar sesuai dengan volatilitas pasar saat ini. Bagi yang mencari peluang beli, menunggu konfirmasi support yang kuat atau sinyal pembalikan arah dari indikator teknikal akan lebih bijak.

Sementara itu, Bitcoin masih menunjukkan ketahanan yang lebih baik, meskipun juga tidak luput dari fluktuasi. Pergerakan relatif BTC dapat menjadi acuan dalam mengambil keputusan untuk aset kripto lainnya, mengingat korelasi yang kuat antar kedua aset ini.

Perlu dicatat bahwa data ATR Scan NGEbot menunjukkan adanya beberapa aset dengan volatilitas tinggi yang mungkin menarik bagi strategi trading tertentu. Namun, volatilitas tinggi juga berarti risiko yang lebih besar, sehingga pemantauan dan manajemen risiko yang cermat tetap diperlukan.

Kondisi pasar yang sedang terjadi ini adalah contoh bagaimana sistem NGEbot dapat membantu Anda tetap terhubung dengan dinamika pasar tanpa harus terus-menerus memantau chart. Sistem kami dirancang untuk mengidentifikasi sinyal teknikal dan menjalankan strategi yang telah ditentukan, termasuk manajemen risiko otomatis.

⚠️ Investasi kripto mengandung risiko tinggi. Artikel ini bersifat informatif dan bukan saran keuangan formal. Lakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.

Trading NGEbot, biar aset ngebut 🚀

Otomasi trading crypto di Indodax dengan sistem analisis multi-indikator. Mulai sekarang →

⚠️ Disclaimer: Artikel ini hanya untuk informasi edukatif. Bukan saran investasi. Trading crypto memiliki risiko tinggi. Lakukan riset sendiri sebelum berinvestasi.

Bot Trading Otomatis untuk Indodax

ngebot memantau market 24 jam dan trading otomatis di akun Indodax kamu.

Coba Gratis 7 Hari

Sumber: Ethereum Price Slips 10% Behind Bitcoin as DeFi Engine Loses $43 Billion | Ditulis ulang oleh ngebot.id

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tether Akuisisi Saham SoftBank di Perusahaan Bitcoin XXI

David Schwartz: XRP Meme Coin Bukan Investasi Cerdas

Ripple & X Money: Gebrakan Baru Elon Musk untuk Trader Crypto